Kamis, 26 Maret 2009

SEJARAH JURNALISME INVESTIGASI

Beberapa minggu setelah Cammy Wilson bekerja sebagai reporter di Minneapolis Tribune, editor kotanya member sebuah pebugasan ficer (feature). Ia diminta mereportase wanita berkursi roda, bagaimana orang cacat berjalan-jalan di kota. Wilson, seperti di kisahkan Melvin Mencher, menemani wanita itu kemana-mana, dari berbelanja sampai makan siang.

Dan pada akhir hari, wanita itu berkata, “Bukankah menyedihkan – jumlah yang harus kami bayar untuk kunjungan ke dokter?”
“Berapa?” tanya Wilson.
“Empat puluh hingga lima puluh dolar,” jawabnya.

Jawaban itu mengawali kerja Wilson, yang jauh lebih besar dibandingkan sekedar membuat ficer yang ditugaskan editornya. Wilson bertanya apakah wanita berkursi roda itu memiliki secarik resep atau bukti pembayaran untuk sekali kunjungan ke dokter. Rupanya, ia masih menyimpannya.
Berbekal secarik kertas itulah, Wilson lalu berhasil membeberkan skandal transportasi kesehatan bagi kaum cact yang bernilai miliaran dolar. Orang-orang miskin, para lansia dan orang –orang cacat yang jumlahnya cukup banyak, dikenakan biaya sebesar 40 hingga 120 dolar untuk perjalanan menuju tempat-tempat pemeriksaan medis. Untuk pemeriksaan di klinik kesehatan, pelbagai perusahaan juga mengenakan tarif individual (yang lebih tinggi) pada pasien, walaupun mereka dibawa secara berkelompok dari panti jompo atau panti perawatan.

Kisah Wilson menarik perhatian Departemen Kesehatan , Pendidikan dan Kesejahteraan di Washington DC, dan mengingat biaya Medicaid terlibat pula didalamnya – HEW turun tangan menginvestigasi. Anggota legislative Minnesota lalu mengadakan dengar pendapat. Hasilnya ditetapkanlah sejumlah peraturan, untuk meregulasi firma-firma transportasi.

Cuplikan kisah Wilson merupakan contoh bagaimana jurnalisme investigasi dikerjakan para wartawan. Dalam bentuk liputan yang lepas-lepas, dari tiap kisah-kisah yang dilaporkannya, investigative reporting dikerjakan Wilson. Semuanya memaparkan bagaimana penyelidikan menjadi alat pengungkapan kasus. Namun, bukan untuk kepentingan detektif partikelir yang disewa oleh seseorang, melainkan untuk kepentingan pelaporan peristiwa yang mesti diketahui masyarakat.

Reportase Wilson memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi yang ditutup-tutupi. Penyingkapan kasus menjadi penting. Pengungkapannya hanya bisa dilakukan dengan reportase yang tidak sekedar melaporkan berbagai fakta yang terlihat. Mencher menyebutnya sebagai upaya wartawan “mencium” sesuatu di balik sebuah peristiwa.

Kisah-kisah investigasi memang berbeda dengan kisah berita biasa. Berikut ini adalah laporan investigatif perang. Kisahnya terjadi di sebuah jembatan bernama No Gun Ri, di kawasan pinggiran Korea Selatan. Associated Press (AP) mengangkatnya. Situs asosiasi wartawan investigasi – International Consortium of Investigative Journalist.

Ratusan penduiduk Korea Selatan, yang tengah mengungsi, diberondong militer tentara GI Amerika. Pembunuhan itu dimulai ketika pesawat-pesawat Amerika Serikat tiba-tiba menyapu dan menghujani peluru sebuah wilayah pengungsi berbaju putih beristirahat. Tiga ratus pengungsi terbaring mati di bawah tonggak kembar jembatan. Sekitar 100 lainnya terbunuh dalam suatu serangan yang dilakukan pesawt-pesawat angkatan udara AS.

Laporan AP juga menginformasikan dua kasus lain yang berskala lebih kecil, namun serupa dengan pembunuhan-pembunuhan pengungsi yang terjadi pada Juli dan Agustus 1650.

Kejadian ini membuat No Gun Ri menjadi salah satu dari dua kasus pembunuhan noncombatants berskala besar yang dilakukan pasukan darat Amerika Serikat dalam perang besar abad ini. Konflik Korea dimulai pada 25 Juni 1950, ketika kaum komunis utara menginvasi dan mengirim tentara Korea Selatan serta kekuatan kecil pasukan Amerika Serikat menyusuri batas selatan ke ujung semenanjung. Sejak awal konflik tahun1950-1953, kekerasan-kekerasan orang Korea Utara dilaporkan secara luas. Namun kisah No Gun Ri tetap tak terungkap hingga setengah abad kemudian.

Kisah ini diungkap, pada tahun 2000, setelah hampir lima dekade disembunyikan oleh poihak Amerika, bahkan oleh pihak oleh pemerintah Korea Selatan sendiri.

Informasi itu didapat dari berbagai declassified documents, dokumen yang telah dideklasifikasikan. Declassified documents adalah kategori dokumen yang dulunya menjadi rahasia di arsip nasional Amerika Serikat, namun setelah melewati kurun waktu tertentu, biasanya 25-50 tahun, lantas dirilis ke tengah publik atau dipublikasikan secara bebas.

Selain penelusuran terhadap ratusan kotak dokumen-dokumen rahasia di arsip nasional dan tempat-tempat penyimpanan lain untuk menemukan potongan-potongan kisah, pengumpulanm, data juga didapat melalui pelacakan terhadap para veteran di seluruh Amerika Serikat. Berbulan-bulan melacak sekitar 130 orang veteran, untuk diwawancara melalui telepon ataupun secara langsung, AP akhirnya menemukan kelompok-kelompok yang terlibat.

AP merekonstruksi gerakan-gerakan unit dari koordinat-koordinat peta dalam catatan-catatan perang yang dideklasifikasi. Mereka memperlihatkan bahwa empat batalyon divisi kavaleri pertama berada diwilayah tersebut pada saat insiden yang dituduhkan terjadi.

Hukum-hukum dan tradisi aturan perang mengutuk pembunuhan warga sipil yang semena-mena, bahkan jika sejumlah tentara musuh ditemukan di antara sejumlah besar warga non petempur yang terbunuh, demikian catatan para pakar militer. Catatan perang Korea memperlihatkan persidangan pembelaan diri tentara angkatan darat hanya bagi kasus pembunuhan-pembunuhan individual orang-orang Korea, tidak untuk kasus berskala besar.


Dari Investigasi sampai Muckracking: di Amerika


Jurnalistik investigasi sebenarnya mempunyai jejak yang panjang dalam sejarah pers Amerika. Beberapa tokohnya tercatat, dalam literatur jurnalisme Amerika, sebagai pioonir pelaporan investigasi. Dengan berbagai kisah perjuangannya, mereka menetapkan pedoman pelaporan jurnalisme investigasi. Bahkan menggariskan cirri pemberitaan pers sebagai medium watchdog di khasanah jurnalisme.

Istilah investigasi sendiri baru muncul pertama kali dari Nellie Bly ketika menjadi rep[orter di Pittsburg Dispatch pada tahun 1890. Ia memulai gaya jurnalistik yang menandakan pengisahan seorang wartawan tentang orang-orang. Pelaporan materi jurnalistik yang mengembangkan, secara serial sebagaimana kehidupan orang kelas bawah di dalam kenyataan sehari-hari. Bly sampai harus berkerja di sebuah pabrik, di Pittsburg, untuk menyelidiki kehidupan buruh di bawah umur (anak-anak) yang dipekerjakan dalam kondisi yang buruk.

Namun, laporan serial jurnalistiknya tidak lama. Ia berhadapan dengan institusi, yang melakukan pelanggaran, yang memiliki daya beli iklan dari koran tempat Bly bekerja. Akibatnya, lembaga tersebut menghentikan pembelian halaman iklan Pittsburg Dispatch. Dan pihak editor mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan pemberitaan Nellie Bly.

Akan tetapi, dari kisah awal tersebut, Bly lalu mendapatkan lahan penulisan yang terus dikembangkannya. Keistimewaan laporan jurnalistik investigative Bly terletak di tuntutan “penyelesaian yang meminta jalan keluar” dari problema sosial yang terjadi di masyarakat.


Sumber : Jurnalistik Investigasi, Septiawan Santana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar