Prolog
Mengikuti suatu organisasi dan ikut serta terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan yang di ada didalamnya adalah suatu hal yang menyenangkan sekaligus suatu hal yang membanggakan. Maka tidak heran jika lalu banyak orang yang tertarik untuk mengikutinya. Bermacam-macam organisasi dengan beragam latar belakang ideology dan tujuan dapat kita temui, mulai dari yang berlatarkan agama, pendidikan (seperti yang terdapat di sekolah dan kampus,red), dan berbagai jenis lainnya.
Berbagai alasan dikemukakan ketika ditanyai apa yang menjadi alasan bagi seseorang ketika memutuskan untuk mengikuti suatu organisasi. Ada yang beralasan untuk mencari pengalaman, ingin tahu bagaimana berorganisasi, atau bahkan terkadang ada juga yang sekedar iseng atau ikut-ikutan temannya.
Organisasi menurut Schein (1982) adalah suatu koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai bebrapa tujuan umum melalui pembagian pekerjaan dan fungsi melalui hierarki otoritas dan tanggung jawab. Sedang menurut Wright (1977), organisasi adalah suatu bentuk sistem terbuka dari aktivitas yang dikoordinasi oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama.
Ada begitu banyak organisasi yang terdapat di Indonesia. Ada organisasi massa, ada organisasi yang bertujuan untuk mencari profit dan adajuga organisasi yang terdapat dalam dunia kemahasiswaan atau yang lebih sering kita kenal dengan LKM (Lembaga kemahasiswaan).
Dalam menjalani kehidupan organisasi banyak hal yang tentu saja mewarnai perjalanannya baik itu bagi organisasinya itu sendiri atau bagi individu-individu yang ada didalamnya. Perjalanan suatu organisasi tentu saja tidak akan selalu lurus-lurus saja / damai terkadang selalu ada permasalahan yang dating untuk menguji kesolidan dari suatu organisasi. Permasalahan dari dalam organisasi sendiri bisa datang dari dalam organisasi itu sendiri (internal) atau dari luar lingkungan organisasi (eksternal).Tapi, segala permasalahan menyangkut kepentingan organisasi tentu bisa diselesaikan jika masalah tersebut diselesaikan bersama-sama.
Menjalani kehidupan menjadi anggota dari suatu organisasi adalah suatu pengalaman yang menyenangkan, banyak pengalaman yang akan kita petik dan pelajari dari setiap kegiatan atau bahkan masalah yang kita hadapi. Tetapi menjalani kehidupan organisasi juga mempunyai suatu tanggung jawab yakni untuk menjalankan tugas masing-masing sesuai jobdesk dan menjalankan program organisasi demi mencapai tujuan bersama.
Salah satu hal yang harus dikembangkan dalam kehidupan kita selama berorganisasi adalah sikap saling menghargai antara sesama anggota serta selalu berusaha untuk mendahulukan kepentingan bersama yakni kepentingan organisasi tanpa melanggar apa yang menjadi hak orang lain. Hal itu hanya akan bisa terjadi jika kita saling menghargai dan tahu akan jobdesk masing-masing.
Perang intra personal dalam organisasi
Tak dapat dipungkiri bahwa terkadang dalam menjalani kehidupan berorganisasi, terjadi benturan kepentingan antara kepentingan organisasi dan jobdesk oraganisasi dengan kepentingan pribadi. Layaknya manusia biasa terkadang ego kita bermain lebih dominan daripada kesadaran kita akan tanggung jawab kita terhadap organisasi, terkadang kita akan merasakan suatu fase-fase tertentu dimana semangat kita untuk tetap rajin mengikuti kegiatan organisasi sedang tinggi-tingginya begitui juga terkadang ada fase dimana semangat itu menurun atau malah hilang sama sekali. Sebenarnya hal ini adalah hal yang lumrah dalam kehidupan dimana jika kita terus menerus melakukan kegiatan yang rutin secara continue maka kita akan mencapai suatu titik jenuh dimana rasa bosan dan malas akan datang menghampiri diri kita. Pemecahan untuk problem ini adalah kita harus mencari suatu hal yang bisa menjadi inspirasi atau semangat baru kita, hal tersebut bisa kita cari dari berbagai kegiatan yang menyengkan atau melakukan hobi yang kita sukai.
Tak jarang juga entah karena ego pribadi atau rasa jenuh kita kita lalu tidak melaksanakan apa yang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab. Kita lalu dengan sadar atau tidak lalu meninggalkan tanggung jawab kita tersebut dengan alasan pembenaran diri kita sendiri bahwa kita adalah manusia biasa yang tidak hanya ada dan hidup untuk dan demi organisasi tetapi di balik itu kita mengutarakan pembenaran bahwa kita juga memiliki permasalahan pribadi lebih penting daripada tanggung jawab kita pada organisasi.
Dilema, ya itulah memang yang akan kita rasakan jika kita ada dalam posisi tersebut. Disatu sisi kita menyadari bahwa kita mempunyai tanggung jawab yang walau bagaimana pun tidak bisa kita tinggalkan begitu saja tetapi disisi lain terkadang kita juga menginginkan waktu untuk mengurus diri sendiri.
Ada banyak cara yang mungkin akan dilakukan seseorang ketika ia dihadapkan dengan permasalahan benturan antara kepentingan pribadi dengan tanggung jawab pada organisasi. Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam organisasi segala sesuatu hal dikerjakan secara bersama-sama maka tidak heran kalau jika hubungan emosional antara masing-masing anggota dalam suatu organisasi biasanya sangat erat. Maka tidak ada salahnya jika lalu kita sedikit membagi permasalahan yang sedang kita hadapi karena siapa tahu dengan sedikit berbagi maka permasalahan yang sedang kita hadapi dapat kita selesaikan sehingga kinerja kita dalam organisasi tersebut dapat kembali normal seperti sediakala.
Kalaupun kita mungkin tidak ingin masalah kita diketahui banyak orang atau karena tidak ingin orang lain ikut terlibat masalah kita maka yang kita butuhkan adalah waktu. Ya, kita mungkin harus meluangkan waktu kita kebih dahulu untuk menyelesaikan permasalahan yang kita punya dan jika masalahnya telah selesai barulah kita kembali kepada tanggung jawab kita didalam organisasi.
Segala permasalahan yang kita hadapi baik itu masalah internal organisasi, eksternal maupun permasalahan intrapersonal selama berorganisasi pada dasarnya adalah ujian menuju pendewasaan diri, dimana jika kita bisa melewatinya dengan baik tanpa mengorbankan kepentingan / urusan pribadi kita maka akan ada nilai pendewasaan diri yang dapat kita petik dan dapat kita praktekkan pada kehidupan yang nyata.