
KONFLIK PRIBADI = KONFLIK INTERNAL ?
Dalam kehidupan kampus FISIP UNPAS, sistem pemerintahan yang ada bisa di bilang hampir menyerupai kehidupan nyata yang ada di negeri Indonesia. Ada lembaga Legislatif nya yakni Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), ada lembaga eksekutifnya yakni Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa (HIMA) dari beberapa dan ditambah lagi dengan adanya lembaga pers yakni BPPM.
Saya sendiri tergabung sebagai anggota Himpunan Mahasiswa Komunikasi (HIMAKOM),sebagian besar waktu saya telah saya lewatkan dengan berbagai aktivitas / kegiatan himpunan. Sudah cukup banyak program yang saya ikuti, banyak pelajaran juga yang dapat saya petik dari berbagai kejadian yang terjadi di dalamnya mulai dari bagaimana kita harus berani untuk berpendapat, berani mengambil tanggung jawab dalam suatu kegiatan, bagaimana kita belajar menghadapi begitu banyaknya personal yang ada dengan masing-masing latar belakang dsb.
Dalam rentang waktu hampir 3 tahun saya berada di himpunan telah banyak pembelajaran yang saya pelajari, bagaimana bahwa tidak mudah untuk menjalani kehidupan ganda yakni kewajiban sebagai mahasiswa dan tanggung jawab sebagai pengurus himpunan. Kedua peran ini menuntut untuk dapat di jalankan secara seimbang. Sulit memang pada awalnya untuk belajar memanage waktu agar saya bisa menjalani keduanya secara bersamaan tapi seiring dengan berjalannya waktu akhirnya saya mulai terbiasa menjalaninya.
Sulit menyangkalnya bahwa menjalani suatu kehidupan organisasi itu dapat di ibaratkan sebagai suatu hal yang addicted, dimana makin kita menjalaninya maka kita akan makin mencintainya dan akan susah untuk lepas dari kehidupan berorganisasi (dalam maksud yang baik,red). Walaupun menjalaninya tidak mudah dan menuntut tanggung jawab yang tinggi tapi saya sudah kadung “kecanduan” terhadap berorganisasi dan saya tidak berharap saya dapat sembuh darinya.
Banyak hal yang sudah saya alami selama berorganisasi, mulai dari hal yang menyenangkan sampai hal-hal yang menyebalkan / mengecewakan. Hal-hal yang menyenangkan contohnya jika kita berhasil menjalankan suatu kegiatan, berkumpul bersama dll. Sedangkan hal yang menyebalkan / menyedihkan seperti jika kita gagal dalam menjalankan suatu kegiatan atau ketika kita dihadapkan pada konflik yang terjadi selama perjalanan organisasi kita.
Konflik, ya konflik adalah suatu hal yang wajar di hadapi oleh suatu organisasi. Suatu hal yang mustahil jika suatu organisasi tidak pernah mengalaminya. Konlik sendiri dapat di bedakan dalam dua kategori yakni konflik internal dan konflik eksternal.
Saya telah sering menghadapi / melihat konflik yang terjadi dalam suatu organisasi dan terus terang menurut saya konflik ini lah yang paling berat menghadapinya dann dibutuhkan suatu solusi bersama dalam menghadainya. Konflik internal dapat bermula dari adanya ketidak puasan terhadap kinerja yang terjadi di dalam organisasi atau dapat pula bermula dari konflik pribadi yang ada diantara masing-masing pribadi yang ada di dalam organisasi. Syukurnya anggapan bahwa tidak ada suatu masalah yang tek bersolusi itu benar adanya sehingga setiap konflik yang terjadi dapat dicarikan solusinya.
Setelah cukup lama mengamati kehidupan berorganisasi, saya mempunyai suatu analisa bahwa konflik internal dapat berimbas pada konflik pribadi dan begitu juga sebaliknya konflik pribadi dapat berimbas pada konflik internal dalam organisasi. Terkadang konflik internal yang terjadi diawali oleh adanya kesalahpahaman antara beberapa orang yang disebabkan oleh berbagai sebab misalnya ketidak pahaman akan tugas organisasi atau ketidakhadiran pada saat rapat suatu kegiatan atau malah terkadang karena masalah sepele saling ejek atau bercanda yang berlebihan antara individu dimana ada individu yang merasa tidak terima dengan hal itu atau berbagai hal-hal pribadi antara satu anggota dengan yang lainnya. Berbagai sebab tersebut terkadang menjadi pemicu terjadinya suatu konflik internal di dalam suatu organisasi
Begitu juga terkadang pada saat konflik internal itu lah akhirnya merembet kepada konflik pribadi antara satu orang dengan lainnya. Misalnya ketika kita dihadapkan pada suatu konflik dalam suatu kegiatan dimana salah satu individu tidak menjalankan tanggung jawabnya dengan benar dan ia mendapat teguran dari pimpinan kegiatan tapi sayangnya ia tidak dapat menerima teguran itu dengan lapang hati dan menganggap bahwa kesalahan itu ada pada sang pemimpin kegiatan sehingga muncullah konflik pribadi diantara keduanya.
Sulit memang untuk memisahkan antara mana yang konflik pribadi dan mana yang konlik internal organisasi karena jika tidak bijaksana dalam menyikapinya maka konflik internal akan berkembang menjadi konflik pribadi begitu juga konflik pribadi bisa menjadi suatu konflik internal organisasi. Diperlukan suatu kedewasaan untuk dapat memilah dengan benar mana yang konflik internal organisasi dengan mana yang konflik pribadi sehingga kita pada akhirnya dapat membedakannya dan dapat menyelesaikannya masing-masing tanpa akhirnya mencampurkan kedua konflik tersebut menjadi satu yang mana justru akan berimbas negatif pada kondisi organisasi dan ketentraman internal organisasi.
Kondisi internal yang positif lah yang tentunya diinginkan oleh setiap pihak tapi jangan pernah berpoikir bahwa konlik adalah sesuatu yang negatif. Tidak, konflik tidak selalu negatif atau buruk karena konflik ada untuk di carikan solusinya. Dari setiap konflik yang terjadi, jika kita mampu memanage nya dengan baik maka kita akan mendapat suatu hikmah pelajaran didalamnya yang berguna dalam perjalanan organisasi kedepannya.
Saya sendiri tergabung sebagai anggota Himpunan Mahasiswa Komunikasi (HIMAKOM),sebagian besar waktu saya telah saya lewatkan dengan berbagai aktivitas / kegiatan himpunan. Sudah cukup banyak program yang saya ikuti, banyak pelajaran juga yang dapat saya petik dari berbagai kejadian yang terjadi di dalamnya mulai dari bagaimana kita harus berani untuk berpendapat, berani mengambil tanggung jawab dalam suatu kegiatan, bagaimana kita belajar menghadapi begitu banyaknya personal yang ada dengan masing-masing latar belakang dsb.
Dalam rentang waktu hampir 3 tahun saya berada di himpunan telah banyak pembelajaran yang saya pelajari, bagaimana bahwa tidak mudah untuk menjalani kehidupan ganda yakni kewajiban sebagai mahasiswa dan tanggung jawab sebagai pengurus himpunan. Kedua peran ini menuntut untuk dapat di jalankan secara seimbang. Sulit memang pada awalnya untuk belajar memanage waktu agar saya bisa menjalani keduanya secara bersamaan tapi seiring dengan berjalannya waktu akhirnya saya mulai terbiasa menjalaninya.
Sulit menyangkalnya bahwa menjalani suatu kehidupan organisasi itu dapat di ibaratkan sebagai suatu hal yang addicted, dimana makin kita menjalaninya maka kita akan makin mencintainya dan akan susah untuk lepas dari kehidupan berorganisasi (dalam maksud yang baik,red). Walaupun menjalaninya tidak mudah dan menuntut tanggung jawab yang tinggi tapi saya sudah kadung “kecanduan” terhadap berorganisasi dan saya tidak berharap saya dapat sembuh darinya.
Banyak hal yang sudah saya alami selama berorganisasi, mulai dari hal yang menyenangkan sampai hal-hal yang menyebalkan / mengecewakan. Hal-hal yang menyenangkan contohnya jika kita berhasil menjalankan suatu kegiatan, berkumpul bersama dll. Sedangkan hal yang menyebalkan / menyedihkan seperti jika kita gagal dalam menjalankan suatu kegiatan atau ketika kita dihadapkan pada konflik yang terjadi selama perjalanan organisasi kita.
Konflik, ya konflik adalah suatu hal yang wajar di hadapi oleh suatu organisasi. Suatu hal yang mustahil jika suatu organisasi tidak pernah mengalaminya. Konlik sendiri dapat di bedakan dalam dua kategori yakni konflik internal dan konflik eksternal.
Saya telah sering menghadapi / melihat konflik yang terjadi dalam suatu organisasi dan terus terang menurut saya konflik ini lah yang paling berat menghadapinya dann dibutuhkan suatu solusi bersama dalam menghadainya. Konflik internal dapat bermula dari adanya ketidak puasan terhadap kinerja yang terjadi di dalam organisasi atau dapat pula bermula dari konflik pribadi yang ada diantara masing-masing pribadi yang ada di dalam organisasi. Syukurnya anggapan bahwa tidak ada suatu masalah yang tek bersolusi itu benar adanya sehingga setiap konflik yang terjadi dapat dicarikan solusinya.
Setelah cukup lama mengamati kehidupan berorganisasi, saya mempunyai suatu analisa bahwa konflik internal dapat berimbas pada konflik pribadi dan begitu juga sebaliknya konflik pribadi dapat berimbas pada konflik internal dalam organisasi. Terkadang konflik internal yang terjadi diawali oleh adanya kesalahpahaman antara beberapa orang yang disebabkan oleh berbagai sebab misalnya ketidak pahaman akan tugas organisasi atau ketidakhadiran pada saat rapat suatu kegiatan atau malah terkadang karena masalah sepele saling ejek atau bercanda yang berlebihan antara individu dimana ada individu yang merasa tidak terima dengan hal itu atau berbagai hal-hal pribadi antara satu anggota dengan yang lainnya. Berbagai sebab tersebut terkadang menjadi pemicu terjadinya suatu konflik internal di dalam suatu organisasi
Begitu juga terkadang pada saat konflik internal itu lah akhirnya merembet kepada konflik pribadi antara satu orang dengan lainnya. Misalnya ketika kita dihadapkan pada suatu konflik dalam suatu kegiatan dimana salah satu individu tidak menjalankan tanggung jawabnya dengan benar dan ia mendapat teguran dari pimpinan kegiatan tapi sayangnya ia tidak dapat menerima teguran itu dengan lapang hati dan menganggap bahwa kesalahan itu ada pada sang pemimpin kegiatan sehingga muncullah konflik pribadi diantara keduanya.
Sulit memang untuk memisahkan antara mana yang konflik pribadi dan mana yang konlik internal organisasi karena jika tidak bijaksana dalam menyikapinya maka konflik internal akan berkembang menjadi konflik pribadi begitu juga konflik pribadi bisa menjadi suatu konflik internal organisasi. Diperlukan suatu kedewasaan untuk dapat memilah dengan benar mana yang konflik internal organisasi dengan mana yang konflik pribadi sehingga kita pada akhirnya dapat membedakannya dan dapat menyelesaikannya masing-masing tanpa akhirnya mencampurkan kedua konflik tersebut menjadi satu yang mana justru akan berimbas negatif pada kondisi organisasi dan ketentraman internal organisasi.
Kondisi internal yang positif lah yang tentunya diinginkan oleh setiap pihak tapi jangan pernah berpoikir bahwa konlik adalah sesuatu yang negatif. Tidak, konflik tidak selalu negatif atau buruk karena konflik ada untuk di carikan solusinya. Dari setiap konflik yang terjadi, jika kita mampu memanage nya dengan baik maka kita akan mendapat suatu hikmah pelajaran didalamnya yang berguna dalam perjalanan organisasi kedepannya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar