Selasa, 03 Maret 2009

SAMPAH DAN ASPEK-ASPEK DIDALAMNYA

Disadari atau tidak, sampah telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Bagaimana tidak, hampir setiap hari atau bahkan setiap saat kita selalu menghasilkan sampah dari setiap kegiatan yang kita lakukan. Ketika kita makan, ketika kita minum atau ketika kita menulis di kertas yang lalu kita buang.

Menurut pengertiannya sendiri sampah adalah suatu zat atau benda sisa dari hasil penggunaan yang sudah tidak mempunyai fungsi kegunaan. Menurut jenisnya sendiri sampah dibedakan menjadi 2 jenis yaitu :

· Sampah Organik:

Adalah jenis sampah yang berasal dari mahkluk hidup, sampah jenis ini bisa diuraikan

Contoh : -sampah daun

-sampah buah-buahan

-sampah rumah tangga

· Sampah Anorganik

Adalah jenis sampah yang sampah buatan. Sampah yang berasal dari barang-barang buatan manusia. Sampah jenis ini tidak dapat di uraikan

Contoh : -sampah plastik

-sampah industry

Pada saat ini, peningkatan jumlah volume sampah yang terjadi dikota-kota besar Indonesia sangat lah besar. Besarnya jumlah sampah yang dihasilkan kota-kota besar di Indonesia tidak lepas juga karena banyaknya jumlah masyarakat yang ada di Indonesia. Hampir setiap rumah tangga menghasilkan jumlah sampah yang tidak sedikit setiap harinya, belum lagi sampah-sampah yang berasal dari warung-warung, rumah makan, pabrik dan tempat tempat lainnya yang jumlah sampah perharinya jauh lebih banyak daripada sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga.

Masalah yang dialami oleh kota besar lainnya terkait dengan masalah volume sampah juga dialami oleh kota Bandung. Padatnya jumlah penduduk kota Bandung berimplikasi langsung pada tingginya volume sampah perhari yang dihasilkan oleh kota Bandung. Jumlah itu belum termasuk jika ditambah dengan jumlah sampah yang dihasilkan oleh tempat-tempat kuliner yang begitu banyak di Bandung.

Jumlah sampah yang dihasilkan oleh kota Bandung dapat kita lihat di seputaran jalan-jalan kota Bandung. Karena begitu banyaknya jumlah sampahnya terkadang tidak semua sampah dapat diangkut oleh mobil dinas pengangkut sampah yang bertugas untuk mengambil sampah yang dihasilkan masyarakat Bandung.

Biasanya sampah-sampah yang dihasilkan masyarakat dikumpulkan didekat rumah atau dibuang ditempat pembuangan sampah sementara yang terdapat di dekat rumah masing-masing. Dalam keadaan normal biasanya sampah diangkut oleh petugas sampah setiap sehari sekali. Tapi karena terbatasnya jumlah petugas, jumlah mobil pengangkut sampah maka terkadang sampah diangkut lebi dari satu hari. Bahkan pada suatu saat pernah didekat rumah saya,bak / tangki sampah penampung sampah tersebuit sudah hamper seminggu tidak diambil oleh petugasnya. Padahal sampah yang ada sudah menggunung dan sudah mengeluarkan bau yang tidak sedap dan lebih parahnya lagi dari bak sampah itu terdapat banyak belatung. Hal ini tentu saja mengganggu kenyamanan umum dan keadaan ini tidak sehat untuk lingkungan sekitar dan dapat menggangu kesehatan.

Pemerintah kota Bandung bukannya tidak menyadari dan tidak melakukan usaha-usaha untuk berbagai usaha diusahakan,salah satunya dengan membangun TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu), di sini semua sampah yang dihasilkan masyarakat akan dikumpulkan lalu dipisahkan sesuai jenis nya dan lalu sampah-sampah organic akan diolah menjadi pupuk organic. Tapi sayangnya tidak semua TPST dapat berjalan sebagaimana mestinya. Pembangunan TPST dibebrapa daerah mendapat tentangan yang beragam alasan oleh masyarakat yang tinggal disekitar TPST terkait. Beragam masalah yang membuat TPST mendapat tentangan dari masyarakat antara lain karena ketakutan masyarakat akan akibat penyakit yang ditimbulkan oleh pengolahan sampah di TPST, karena terganggu oleh bau yang dihasilkan TPST atau karena persoalan tanah TPST yang belum selesai atau menjadi sengketa dengan masyarakat sekitar.

Masalah tingginya volume sampah sebenarnya adalah masalah klasik yang sudah sering kali terjadi. Ada baiknya jika sebagai masyarakat kita juga berperan proaktif dalam usaha pengelolaan sampah yang ada disekitar kita. Ada baiknya hal itu ita mulai dengan cara mulai membedakan pembuangna jenis sampah tergantung dari jenis sampahnya, apakah itu sampah organic atau sampah anorganik karena dengan memisahkan sampah dengan berdasarkan jenisnya maka akan lebih mempermudah proses pengolahan sampah tersebut, cara seperti ini malah sudah lebih dulu dipraktekkan dinegara-negara luar seperti Jepang yang setiap warganya selalu membuang sampah berdasarkan jenisnya. Hal lainnya adalah mulai membiasakan diri kita masing-masing untuk membuang sampah pada tempatnya dan jangan pernah membuang sampah ke sungai karena selain merusak pemandangan tapi juga dapat menjadi penyebab terjadinya banjir dikala musim hujan tiba.

Saya pernah melihat suatu acara di tv swasta dimana di dalam nya memperlihatkan bagaimana warga suatu daerah di Jakarta bisa “bersahabat” dengan sampah. Bersahabat dengan sampah disini adalah para ibu-ibu didaerah tersebut bisa memanfaatkn sampah-sampah organic yang ada seperti sampah sayuran, daun-daun dan berbagi sampah organic lainnya untuk diolah menjadi pupuk organik yang lalu dipakai untuk mempupuki tanaman mereka bahkan pupuk tersebut dapat mereka jual. Pada kesempatan lain saya melihat dimana sampahsampah anorgnik dapat diolah menjadi suatu benda yang mempunyai nilai ekonomis lebih. Dalam hal ini sampah-sampah plastic seperti bungkus isi ulang minyak goreng, sabun cuci diolah menjadi beragan aneka jenis tas yang dapat dijual. Dapat kita lihat jika kita kreatif dalam melihat peluang maka dari sampah pun kita bisa mendapatkannya sekaligus secara tidak langsung ikut membantu pemerintah dalam menanggualangi masalah sampah yang ada di kota Bandung ini.

Jadi pada dasarnya masalah penanganan sampah yang ada di kota Bandung ini adalah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata tapi kita sebagai masyarakat juga dapat ikut serta berperan aktif dalam penanganannya. Karena masalah sampah ini sekali lagi adalah masalah kita bersama

1 komentar:

  1. kalo ngak ada konflik dalam organisasi ngk rame.... berarti oragnisasi itu ngak hidup.... organisasi akan bagus jika kita bisa memanajemen konflik tersebut menjadi sebuah kekuatan yang luar biasa

    BalasHapus